Alt tag

Apa Saja Mitos dan Fakta Seputar KB Suntik yang Mums Perlu Ketahui?

Sumber: Pexels

Penggunaan alat kontrasepsi untuk mencegah atau mengontrol kehamilan bukan lagi hal aneh. Apalagi saat ini, jenis alat kontrasepsi cukup bervariasi dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Salah satu jenis yang cukup banyak digunakan orang adalah KB suntik. Jenis ini termasuk alat pengontrol kehamilan hormonal.

Pada dasarnya, kontrasepsi suntik bekerja dengan meningkatkan kadar progestin dalam darah. Ini menghentikan siklus ovulasi bulanan, mencegah terjadinya kehamilan, dan membuat lendir di rahim menjadi lebih kental sehingga sperma sulit untuk melewatinya. Seperti halnya jenis kontrasepsi lainnya, kontrasepsi suntik juga memiliki efek samping. 1

Namun, efek samping ini telah menimbulkan banyak mitos yang sering membuat orang ragu sebelum memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi suntik. Penting untuk diingat bahwa mitos ini bukan selalu benar. Itulah sebabnya kita perlu mencari informasi yang akurat tentang kelebihan dan kekurangan pilihan kontrasepsi.

Mitos dan Fakta KB Suntik yang Perlu Kita Ketahui

Supaya efek penggunaan KB tidak menjadi sesuatu yang ditakutkan, kita perlu tahu mana saja hal yang terbukti mitos ataupun fakta pada penggunaan kontrasepsi jenis suntik 1 

1. KB Suntik Membuat Gemuk

Selama ini banyak perempuan merasa ragu untuk menggunakan KB jenis suntik karena salah satu efek sampingnya dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Efek ini memang dibilang benar. Suntik KB dengan interval 3 bulan memiliki kandungan yang diketahui dapat menyebabkan retensi cairan, yang kemudian dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan walaupun tidak signifikan.

Namun penting untuk diingat bahwa tidak semua orang akan mengalami penambahan berat badan akibat penggunaan KB suntik. Ada kasus di mana beberapa pengguna KB suntik bahkan tidak mengalami perubahan berat badan sama sekali. Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan KB suntik selama 1-2 tahun dapat menyebabkan penambahan berat badan sekitar 2,3 - 3,6 kg, dan setelah 3-6 tahun penggunaan, berat badan bisa bertambah sekitar 6,4 - 7,5 kg. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan Pil KB, penggunaan KB suntik cenderung lebih meningkatkan berat badan dan jumlah lemak tubuh dalam jangka waktu 36 bulan.

Jika Mums merasa ragu mengenai apakah KB suntik merupakan pilihan yang tepat, sebaiknya jangan lupa untuk konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan untuk lebih informasi lebih lanjut.

2. Penggunaan KB Suntik Terus Menerus Akan Mempengaruhi Kesuburan

Kadang terdengar aneh, tapi nyatanya banyak orang percaya pada anggapan seperti ini. Anggapan ini tidak hanya berlaku pada suntik KB saja. Beberapa masih berpikir bahwa menggunakan kontrasepsi secara lama dan teratur akan menghambat kemampuan rahim untuk hamil atau dianggap rahim tidak subur. Namun, hal ini sebenarnya adalah mitos. 

Faktanya, meskipun kontrasepsi mencegah kehamilan saat digunakan, kesuburan rahim akan kembali normal setelah berhenti menggunakannya. Ini berlaku juga untuk KB jenis suntik. Meskipun diperlukan waktu sekitar 1 tahun setelah berhenti menggunakan suntik KB agar tingkat kesuburan rahim pulih sepenuhnya3.

3. KB Suntik Hanya Cocok untuk Perempuan di usia tertentu 

Penting untuk diketahui bahwa KB Suntik sebaiknya tidak digunakan oleh wanita yang usianya di bawah 18 tahun dan di atas 45 tahun. Hal ini karena penggunaan KB Suntik dalam kelompok usia tersebut dapat mengurangi kepadatan tulang. Jika Mums berada dalam rentang usia ini, disarankan untuk berbicara dengan dokter atau perawat Mums. Mereka akan membantu mengevaluasi apakah KB Suntik adalah pilihan yang cocok untuk Mums sesuai usia . 4

4. KB Suntik Akan Efektif Jika Digunakan Pada Waktunya

Poin berikutnya ini adalah fakta yang perlu diperhatikan. Sebelumnya, mungkin ada mitos yang mengatakan bahwa KB hanya diperlukan jika kita sedang aktif secara seksual dan menjalin hubungan intim. Namun, aturan ini tidak berlaku pada jenis kontrasepsi hormonal seperti suntik atau pil.

Suntik KB memiliki durasi efektivitas sekitar 2 – 3 bulan. Oleh karena itu, ketika sudah mendekati jangka waktu suntik berikutnya, sebaiknya hindari penundaan. Penting untuk melakukan kontrol sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter atau bidan agar risiko kehamilan yang tidak terencana dapat dihindari semaksimal mungkin. 1

5. KB Suntik Tidak Dibutuhkan Jika Hanya Berhubungan Intim Satu Kali

Pandangan di atas termasuk mitos yang perlu dijelaskan. Faktanya, ketika kita masih ingin berhubungan intim dan memiliki rencana untuk menunda kehamilan, KB suntik sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk dokter. KB suntik efektif mulai 5 hari setelah periode menstruasi dan setelah injeksi diberikan. Tujuan utama dari kontrasepsi jenis suntik adalah menghentikan proses ovulasi. Jadi, jika kita masih aktif berhubungan intim, meskipun tidak terlalu sering, penggunaan KB ini tetap direkomendasikan.1

6. KB Suntik Membuat Wajah Berjerawat

Meskipun sering diketahui dan didengar, fakta bahwa KB bisa menyebabkan jerawat sebenarnya adalah benar. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, suntik KB merupakan bentuk kontrasepsi hormonal. Munculnya jerawat umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, dan suntik KB bisa memicu hal ini terjadi. Hal ini terjadi karena hormon yang dimasukkan oleh suntikan dapat merangsang produksi kelenjar minyak dan lemak di wajah. Akibatnya, pori-pori kulit dapat tersumbat dan berpotensi menyebabkan timbulnya jerawat 5

7. KB Suntik Tidak Aman Bagi Ibu Menyusui

Bagi para Ibu yang baru melahirkan dan ingin mencegah kehamilan, suntik KB bisa menjadi pilihan kontrasepsi yang cocok. Tidak seperti pil KB modern, suntik KB tidak mengandung estrogen yang dapat memengaruhi produksi ASI. Jadi, anggapan bahwa suntik kurang aman untuk Ibu menyusui adalah salah. Faktanya, suntik KB aman bagi Ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.5 

8. KB Suntik Dapat Menyebabkan Gangguan Menstruasi

Akhirnya, banyak yang mengatakan bahwa KB suntik dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi. Ini memang benar. Seperti yang kita tahu, menstruasi merupakan indikator kesuburan dan terkait dengan hormon. Oleh karena itu, penggunaan KB suntik dapat mengganggu siklus menstruasi. Bahkan menurut penelitian, KB suntik memiliki kemungkinan sekitar 50% untuk mempengaruhi siklus menstruasi seseorang6. Apakah Mums tertarik untuk menggunakan KB suntik? Jika ya, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Setiap perempuan memiliki kondisi kesehatan, hormonal, dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pilihan kontrasepsi yang tepat juga berbeda-beda.

Demikianlah beberapa mitos dan fakta mengenai alat kontrasepsi jenis suntik. Semoga bermanfaat.

Bagikan

Referensi:

  1. The Contraceptive Injection . [Internet]. Dapat diakses di https://www.nhs.uk/conditions/contraception/contraceptive-injection   . Terakhir diakses Mei 2023

  2. Depo-provera patient information leaflet. Pharmacia. August 2010.

  3. DEPO-PROVERA Contraceptive Injection. [Internet]. November 2004. Tersedia di https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2004/20246s025lbl.pdf    Terakhir diakses : Juni 2023

  4. https://www.fpnsw.org.au/factsheets/individuals/contraception/contraceptive-injection, diakses tanggal 30 Juni 2023

  5. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1995/benarkah-ada-efek-samping-pada-kb-suntik 

  6. Depo-Provera (Birth Control Shot). [Internet]. Dapat diakses di https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-depo-provera#1 . Terakhir diakses Juli 2023.

PP-YSM-ID-0219-1