Mitos Atau Fakta?

Begitu banyak informasi yang tersedia tentang kesehatan reproduksi dan kontrasepsi. Namun, tak semuanya berasal dari sumber terpercaya. Sebagian malah ternyata hanya mitos belaka. Temukan mana informasi yang tergolong mitos dan mana yang merupakan fakta di sini!

"Pil KB Dapat Mempengaruhi Kesuburan"

INI MITOS Setelah berhenti minum pil, sangat mungkin kehamilan segera terjadi dalam waktu dekat. Jadi, mengkonsumsi pil dalam jangka panjang tidak akan mempengaruhi kesuburan tiap wanita.

Sumber:
https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-pills#3ntrol-pill

"Pil KB Membuat Gemuk!"

INI MITOS Terdapat banyak rumor yang mengatakan bahwa pil KB dapat membuat berat badan naik padahal tidak semua pil KB memiliki kandungan yang sama. Biasanya kenaikan berat badan setelah minum pil KB disebabkan terjadi penyimpanan air di dalam tubuh sehingga membuat kamu merasa gemuk. Namun tidak perlu khawatir karena saat ini terdapat pil KB dengan komposisi modern yang dapat mencegah hal tersebut, sehingga kamu dapat tetap langsing dengan pil KB.

Sumber:
https://www.your-life.com/en/your-questions/the-pill/

"Semua Pil KB komposisinya sama."

INI MITOS karena semua Pil KB berbeda komposisinya. Baik jenis progesteronnya, dosis estrogennya, maupun regimennya.

Sumber:
https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-pills

“Saya sedang menyusui, jadi tidak mungkin bisa hamil.”

INI MITOS. Menyusui memang bisa menunda ovulasi, namun tidak menjamin 100% bahwa kehamilan tidak akan terjadi. Faktanya, ovulasi tetap bisa terjadi pada perempuan yang sedang dalam fase menyusui. Bila ibu menyusui memang berencana menunda kehamilan, maka ia perlu memakai alat kontrasepsi yang aman bagi ibu hamil.

Sumber:
http://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-contraceptive-myths

Kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi yang memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS).

INI FAKTA. Bila digunakan secara benar, kondom dapat mencegah terjadinya pertukaran cairan tubuh seperti sperma dan sekresi vagina. Hal itu turut mencegah penularan IMS seperti herpes, klamidia, sifilis, gonorea, serta HIV. Alat kontrasepsi lain tidak memiliki manfaat ini.

Sumber:
http://www.womenshealth.gov/publications/our-publications/fact-sheet/birth-control-methods.html